By: Dzikrasiah
Assalamualaikum sobat Ehyal!
Selamat datang di topik mutiara hadis kali ini kita akan mengutip dari hadis Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ ، وَفِرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ، وَحَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: waktu mudamu sebelum masa tuamu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum waktu fakirmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrok, 4: 341. Hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)
Di sana tertera bahwa Islam sangat memperhatikan waktu yang berjalan begitu penting dan sering kali manusia lalai dengannya.
Waktu mudah sebelum waktu tua, waktu muda adalah waktu yang paling emas, jiwa terkuat seorang manusia adalah ketika remaja, sering kali ketika diajak ibadah mereka berkata nanti saja, mereka berkata, lakukan saja hal haram ini mumpung masih muda. Maka dari masa muda itulah guna membangun kebiasaan yang baik bukan malah digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
Waktu sehat sebelum waktu sakit. Karena ketika kita sehat kita melupakan hak diri kita, hak istirahat, terlalu sibuk, dan memforsir pekerjaan yang begitu berat hingga tidak makan demi mengejar keinginan kita. Namun sadarkah kita bahwa tubuh juga memiliki sinyal, seperti rasa kantuk artinya tubuh benar-benar sudah lelah dan sudah waktunya beristirahat, rasa haus pertanda tubuh membutuhkan cairan dan banyak hal yang sering kita anggap sepele justru pertanda hal yang besar. Maka sadarilah apa yang diinginkan tubuh kita sebelum penyesalan akan rasa sakit itu datang.
Waktu kaya sebelum waktu fakir, ketika kita memiliki uang kita akan mudah menghambur-hamburkan uang membeli apa pun yang terlihat menarik oleh mata tanpa tahu manfaat dan akibatnya.
Waktu luang sebelum waktu sibuk, ini juga sering kali dilalaikan manusia tanpa sadar. Syukuri dan manfaatkanlah waktu luangmu untuk mencicil pekerjaan atau tugas bebanmu, karena kita baru lelahnya ketika semua pekerjaan yang seharusnya sudah kamu cicil malah kamu sia-siakan dan berujung sibuk dan menyakiti dirimu sendiri.
Dan terakhir yang terpenting waktu hidupmu sebelum matimu. Inilah yang terpenting dari yang terpenting kita tidak pernah tahu apa yang terjadi besok, jangankan besok bahkan satu menit ke depan pun kita tidak pernah tahu apakah kita masih hidup atau sudah tinggal nama.
Dari di atas bisa kita ambil inti sari yang sangat banyak, dan yang terpenting adalah untuk kita memperhatikan waktu. Kita tahu bahwa hidup di dunia hanya sekali maka Nabi Muhammad ﷺberpesan agar kita senantiasa memanfaatkan waktu di dunia ini dengan sebaik mungkin. Karena waktu yang berjalan sudah tidak dapat kembali lagi, Sebagai manusia biasanya yang tersisa dalam diri kita hanyalah penyesalan. Namun apa guna penyesalan tanpa adanya perubahan? Mari kita bersama memperbaiki mulai dair diri sendiri pelan-pelan namun pasti.


Leave a Reply