by: Asqamn
Pernahkah kalian ditinggalkan oleh orang yang paling dicintai? Perasaan sedih, merasa kosong? Bertanya arah mana yang harus kupilih dalam kebingungan ini? Saat perasaan itu datang, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى
Artinya: Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu (Ad-Dhuha: 1–3).
Mengisahkan Tafsir ibnu katsir dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, bahwa malaikat Jibril datang terlambat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka orang-orang musyrik mengatakan, “Muhammad ditinggalkan oleh Tuhannya.” Maka Allah menurunkan firman-Nya: “Demi waktu matahari sepenggalah naik dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu” (Ad-Dhuha: 1–3).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga merasakan kesedihan. Bagaimana perasaan beliau ketika mendengar ucapan yang tidak pantas tersebut? Namun dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, Allah menghibur Rasul-Nya, dan membantah perkataan kaum kafir bahwasannya Allah tidak pernah meninggalkan Rasulullah dan tidak membenci. Penghiburan apa lagi yang dicari seorang hamba kecuali dari Tuhannya?.
Ini adalah kisah dari manusia paling mulia yang pernah ada. Tidak ada satu pun makhluk luput dari rahmat dan kasih sayang-Nya. Jika celaan kaum kafir Quraisy tidak menggentarkan beliau karena rahmat dan kasih sayang dari Tuhannya, maka rahmat dan kasih sayang itu pun berlaku bagi umat setelah beliau.
Jangan bandingkan ujian para salaf dengan ujian kita, mereka berjuang di masa awal Islam ada, dan sungguh Ia memuliakan hamba-Nya yang beriman dan membedakan dari yang lain melalui ujian. Kita terkadang masih meragukan-Nya tetapi rahmat dan kasih sayang Allah tidak berkurang sedikit pun. Allah Azza wa Jalla tidak pernah meninggalkan orang yang beriman dan tidak pula membenci.
Ketika ujian itu datang dalam bentuk dan kondisi apa pun, selagi iman dan takwa ada di dalam diri, kita harus yakin pada rahmat dan kasih sayang-Nya, Rasulullah pernah diuji dengan kondisi yang lebih berat.
Kemudian Allah berfirman:
وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَى
Artinya: Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu daripada permulaan (Ad-Dhuha: 4).
Ayat ini mengingatkan bahwa kehidupan akhirat itu lebih baik daripada kehidupan dunia. Karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi waasallam adalah orang yang paling zuhud terhadap perkara dunia, paling menjauhinya, dan paling tidak menyukainya, sebagaimana yang telah tercatat dalam sirah hidup beliau Shallallahu ‘alaihi waasallam. Allah sendiri yang menjanjikan kehidupan yang lebih baik di akhirat, sementara dunia hanya tempat singgah bagi orang yang beriman.
Karena itu jangan berkecil hati atas apa pun yang terjadi di dunia, karena Allah Azza wa Jalla menjanjikan keindahan dan kenikmatan yang tak terhingga bagi hamba-Nya di akhirat kelak.
sumber:
https://islami.co/tafsir-surat-ad-dhuha-ayat-3-percayalah-tuhan-tak-akan-meninggalkanmu
http://www.ibnukatsironline.com/2015/10/tafsir-surat-adh-dhuha-ayat-1-11.html


Leave a Reply