Mutiara Al-Qur’an, Faedah Surah Ad-Duha

by: mawdooalyaum

Surah Ad-Duha mengajarkan kepada kita, bahwa setiap hamba pasti melewati masa-masa sulit, masa ketika hati terasa berat dan bingung. Namun, ayat-ayat ini justru datang sebagai penghiburan, menegaskan bahwa Allah Ta’ala tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

“Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu.”

(QS. Ad-Duha: 3)

Pesan ini tidak hanya berlaku bagi Rasulullah ﷺ, tetapi juga bagi seluruh umat yang sedang diuji, termasuk ketika kita melihat atau mengalami musibah-musibah besar yang terjadi di sekitar kita.

Banjir yang terjadi di daerah Sumatera dan Aceh membuat kita sejenak berpikir. Musibah ini datang begitu cepat dan meninggalkan dampak yang begitu besar. Bermula dari turunnya curah hujan, kemudian dalam hitungan jam berubah menjadi arus air yang mengalir kuat, menyeret apa saja yang dilaluinya. Banyak orang yang kehilangan tempat tinggal, kendaraan, mata pencaharian, bahkan orang tersayang yang ikut hanyut terbawa bersama derasnya arus air. Sampai saat ini, jumlah korban semakin bertambah. Perasaan takut, bingung, khawatir dan sedih bercampur aduk menyeruak di dalam hati. Belum lagi satu persatu pengungsi tumbang karena terbatasnya persediaan makanan. Penyakit mulai berdatangan, arus jalan terputus, listrik dan internet pun terbatas. 

Di tengah kondisi seperti ini, barangkali muncul pertanyaaan “Apakah Allah Ta’ala telah meninggalkan mereka?” Padahal, musibah dan ujian merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah, yang bertujuan untuk mendidik dan mengangkat derajat hamba-Nya. 

Bahkan Rasulullah ﷺ juga pernah merasakan kesedihan, kemudian Allah Ta’ala menghibur beliau ﷺ dengan firman-Nya:

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

“Dan sungguh yang kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu dari yang permulaan (dunia).” (QS. Ad-Duha: 4)

Syaikh ‘Utsaimin mengatakan, “Demikian karena di dalam akhirat terdapat (kenikmatan) yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia. Dan tempat tongkat kecil salah seorang dari kita di dalam surga lebih bagus daripada dunia dengan segala isinya. Hal itu sebagaimana disebutkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Tafsir Juz Amma Syaikh ‘Utsaimin, hal. 342)

Ayat-ayat ini memberikan keyakinan kepada kita bahwa kesulitan di dunia bukan akhir dari segalanya. Ada balasan dan kebaikan yang Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar. Semoga Allah menggantikan setiap kehilangan dengan kebaikan yang lebih besar, menguatkan langkah mereka dengan kesabaran, dan menjadikan ujian ini titik awal bangkitnya harapan baru bagi masyarakat Sumatera dan Aceh.

Sumber:

https://muslimah.or.id/21313-faidah-faidah-dari-surah-adh-dhuha-bag-2.html



Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *