by: Allya Salwa
Apakah Islam Sejalan dengan Filsafat Law of Attraction?
Pertama-tama, mari kita dalami apa itu Law of Attraction? Secara sederhana, law of attraction mengatakan bahwa apa yang terjadi di dunia luar kita hanyalah cerminan dari dunia dalam diri kita yaitu pikiran dan perasaan kita. Hukum ini juga dikenal sebagai law of vibration (hukum getaran). Artinya, pikiran kita menciptakan perasaan, dan perasaan itu menghasilkan getaran atau frekuensi tertentu. Kita bisa berada pada getaran positif atau negatif, dan kita akan menarik kejadian, benda, dan situasi yang sesuai dengan getaran tersebut.
Jadi, pikiran dan perasaan kita memengaruhi apa yang kita tarik ke dalam hidup — itulah law of attraction. Ketika kamu merasa buruk, kamu memancarkan frekuensi negatif dan sayangnya hal itu akan kembali kepadamu melalui berbagai peristiwa hidup. Sebaliknya, jika kamu merasa baik, kamu memancarkan frekuensi positif dan menarik pengalaman hidup yang baik.
Istilah dari pemikiran ini banyak digemari dan dianut oleh banyak masyarakat sosial setelah tokoh bernama Rhonda Byrne, seorang produser televisi asal Australia yang tergabung dalam gerakan New Thought (Pikiran Baru), dalam bukunya yang berjudul The Secret. Buku ini membahas dan mempromosikan konsep-konsep tersebut sesuai dengan prinsip gerakan ini. Seperti yang disebutkan, buku ini terkenal di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Setelah itu, Istilah Law of Attraction kemudian banyak bermunculan di media sosial hingga menjadi pemikiran yang sedang tren. Sebagai seorang muslim, saya ingin menganalisa pemikiran metafisika ini, apakah ia relevant dengan ajaran islam atau tidak?
Mekanisme dari Low of Attraction adalah Pikiran yang Diperhatikan akan Terjadi
Jika kita terlalu dalam memikirkan sesuatu yang tidak kita inginkan, apalagi dengan emosi yang tidak stabil, kita justru bisa menarik hal yang tidak kita mau itu. Karena itu, law of attraction mengajarkan:
‘Fokuslah pada apa yang kamu inginkan, bukan yang tidak kamu inginkan.’
Contohnya, jika kamu punya utang dan terus memikirkan utangmu, kamu malah akan menarik lebih banyak utang. Sebaliknya, pikirkan tentang kelimpahan dan rezeki. Itu akan menarikmu kepada hal-hal yang membawamu kepada kelimpahan rezeki.
Pemikiran ini mengajarkan kita untuk menyebarkan ideologi bahwa kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan jika kita menjaga frekuensi positif, yang dibentuk oleh pikiran dan perasaan kita. Semakin baik pemikiran kita, akan semakin baik pula hasil yang akan didapatkan.
Apakah Islam Setuju dan relevan dengan Law of Attraction?
Menurut Sheima Sumer, ya, islam sejalan dengan prinsip ini, sebagaimana tercermin dalam ayat-ayat Al-Qur’an berikut:
- Surah Ar-Ra‘d (13):11
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ١
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Ayat ini sangat jelas: jika kamu ingin keadaan lahiriahmu berubah, ubahlah apa yang ada di dalam dirimu — yaitu pikiran dan perasaanmu.
2. Surah Ibrahim (14):7
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
Allah mengajarkan bahwa rasa syukur menarik lebih banyak nikmat, sama seperti prinsip law of attraction: ketika kamu bersyukur, kamu menarik lebih banyak hal untuk disyukuri.
3. Surah Al-Baqarah (2):152
اذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِࣖ
“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar.”
Allah berfirman: jika kamu mengingat-Ku, Aku akan mengingatmu — ini sangat mirip dengan hukum “like attracts like”.
Hadis Nabi yang Sejalan
Nabi Muhammad ﷺ bersabda dalam hadis qudsi:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارِ بْنِ عُثْمَانَ الْعَبْدِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ وَابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ سُلَيْمَانَ وَهُوَ التَّيْمِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا تَقَرَّبَ عَبْدِي مِنِّي شِبْرًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعًا وَإِذَا تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا أَوْ بُوعًا وَإِذَا أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الْقَيْسِيُّ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ أَبِيهِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَلَمْ يَذْكُرْ إِذَا أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً
“Aku bergantung pada sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersama hamba-Ku ketika ia mengingat-Ku dan menyebut-Ku. Jika ia menyebut-Ku dalam dirinya, Aku menyebutnya dalam diri-Ku. Jika ia menyebut-Ku di dalam suatu majelis, Aku menyebutnya dalam majelis yang lebih baik. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta; jika ia mendekat sejengkal, Aku mendekat dua hasta; jika ia datang berjalan, Aku datang berlari.” (HR. Bukhari dan Muslim 4850)
Ini menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan kepada Allah akan dibalas dengan lebih besar oleh-Nya — prinsip yang sangat mirip dengan law of attraction: “like attracts like” atau hubungan tarik menarik yang menyebabkan mekanisme timbal balik.
Pikiran Baik adalah Ibadah
- Islam mengajarkan kita untuk berpikir positif dan berprasangka baik (husnuzan).
Rasulullah ﷺ bersabda: “Berbaik sangka adalah bagian dari ibadah yang baik.” (Mishkat al-Masabih, jilid 2, bab 24)
- Berpikir positif adalah bentuk ibadah kepada Allah. Rasulullah juga bersabda: “Seorang mukmin mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Artinya, Islam mendorong kita untuk menyebarkan cinta dan kebaikan, karena cinta adalah getaran tertinggi — semakin banyak cinta dalam hati, semakin banyak kebaikan yang akan kita tarik.
Islam & Kesadaran Positif
Memang benar, buku The Secret tampak materialistis. Namun, law of attraction sejatinya tentang kesadaran diri terhadap pikiran dan perasaan, agar kita bisa menarik hal-hal baik. Islam pun mengajarkan hal serupa — selalu mengingat Allah, bersyukur, dan mendahulukan Allah dalam segalanya. Jika kita berpikir dan merasa tentang Allah, maka insyaAllah kita akan menarik kedekatan dengan Allah, yang merupakan karunia terbaik.
- Namun, ada beberapa poin yang harus diperhatikan dalam menggunakan pikiran barat ini.
Tidak semua yang bisa relevan dengan ajaran islam itu bisa kita telan bulat-bulat tanpa kehati-hatian. Sudah seharusnya kita, meminimalisir untuk menggunakan segala hal yang datang dari tokoh non-islam. Walaupun secara teori, pemikiran tersebut tampak relevan dengan Islam, namun secara realita ada banyak pemikiran yang mengarah kepada kesesatan yang harus kita teliti secara berlanjut sebelum menganut pemikiran yang berasal dari Buku The Secret ini.
- Menyeru untuk meninggalkan usaha dan hanya bergantung pada angan-angan
- Buku ini mengajak untuk tidak berusaha secara nyata, melainkan hanya mengandalkan mimpi dan pikiran positif. Hal ini sejalan dengan apa yang disebut law of attraction (hukum tarik-menarik), yang mengklaim bahwa “yang serupa menarik yang serupa” — artinya apa pun yang terjadi dalam hidupmu adalah hasil dari pikiranmu sendiri.
- Mereka berkeyakinan bahwa pikiran memiliki getaran (vibrasi) yang dapat memancarkan gelombang ke alam semesta dan menarik hal-hal yang sefrekuensi dengannya. Jadi, pikiran positif akan menarik hal positif, dan pikiran negatif akan menarik hal negatif. Padahal, gagasan ini bertentangan dengan sains, akal sehat, dan ajaran Islam.
- Dalam Islam, Allah memerintahkan manusia untuk bekerja dan berusaha, bukan hanya berkhayal. Allah Ta‘ala berfirman (QS. Al-Mulk [67]:15): “Dialah yang menjadikan bumi mudah bagi kalian, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah dari rezeki-Nya. ”Jika manusia hanya bergantung pada mimpi dan khayalan, dunia akan rusak, dan segala manfaat bagi manusia akan hilang. Menurut teori ini, orang sakit tidak perlu berobat, insinyur dan pekerja tidak diperlukan; cukup berpikir positif, lalu “meminta kepada alam semesta” — na‘ūdzu billāh — tanpa berusaha sama sekali.
- Padahal, mereka sendiri bertentangan dengan ucapannya ketika tetap menyuruh orang sakit untuk berobat. Seandainya teori ini benar, maka rumah sakit harus ditutup dan sekolah kedokteran diganti menjadi pusat meditasi, tempat orang hanya “berpikir positif”. Ini jelas bertentangan dengan akal sehat dan kenyataan hidup. Manusia tidak mungkin membangun kehidupan yang baik dengan dasar khayalan seperti itu.
- Seorang penyair berkata dengan benar: “Andai khayalan bisa mencukupi, tentu aku bisa tidur nyenyak setiap malam. Tetapi, angan-angan hanyalah modal bagi orang yang tidak punya apa-apa.”
2. Mengagungkan manusia secara berlebihan
Buku ini menempatkan manusia seolah-olah memiliki kekuasaan tanpa batas, bahkan mampu menciptakan realitasnya sendiri. Misalnya disebutkan:
“Apa pun yang kita fokuskan dalam pikiran, kita bisa menciptakannya.” (hal. 141)Ini adalah kesesatan besar karena menyamakan manusia dengan Allah dalam sifat Penciptaan, yaitu bentuk syirik dalam rububiyah. Allah berfirman (QS. Al-Baqarah [2]:22): “Maka janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui (bahwa Dia-lah satu-satunya Tuhan).”
3. Menyebarkan paham panteisme (penyatuan Tuhan dan makhluk)
Buku ini mengajarkan bahwa Pencipta dan ciptaan adalah satu, bahwa manusia adalah Tuhan dalam bentuk fisik — maha suci Allah dari apa yang mereka katakan. Paham ini diulang-ulang dengan berbagai ungkapan dalam buku tersebut, dan ini jelas kekufuran.
4. Mendukung ajaran-ajaran Timur yang syirik
Buku ini mempromosikan keyakinan-keyakinan dari Buddhisme, Hinduisme, dan filsafat penyembah berhala lainnya. Tidak heran, para penganut agama-agama tersebut menyambut baik buku ini karena sejalan dengan prinsip kepercayaan mereka.
5. Mengajarkan agar meminta kepada alam semesta
Menurut buku ini, jika seseorang menginginkan sesuatu, cukup meminta kepada alam semesta, dan alam semesta akan memenuhi keinginannya. Sedangkan Islam mengajarkan untuk meminta hanya kepada Allah, Tuhan yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Berdoa atau berharap kepada selain Allah dalam urusan yang hanya Allah mampu lakukan adalah syirik.
Jadi mereka menyandarkan segala takdir hanya kepada semesta dan berserah kepada energi alam semesta. Ini sangat bertolak belakang dengan rukun kita yang ke-6, bahwa pemegang takdir hanyalah Allah dan tidak ada selain-Nya.
6. Menolak takdir dan ketetapan Allah
Buku ini menolak konsep qadar (takdir), sejalan dengan pemikiran kelompok Qadariyah ekstrem, yang menolak bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu sebelumnya. Berpikiran bahwa semua yang kita inginkan kepada hal baik, akan didekatkan kepadanya oleh semesta.
Padahal, iman kepada takdir adalah rukun iman, dan tidak sah iman seseorang tanpa meyakininya.
7. Menyebarkan paham egoisme dan hawa nafsu
Buku ini mengajarkan agar seseorang mengikuti kesenangan diri sendiri, menjadikan kenikmatan pribadi sebagai tolok ukur benar dan salah. Apa pun yang menyenangkan, lakukan; apa pun yang tidak disukai, tinggalkan — tanpa memperhatikan aturan moral atau agama. Padahal, dalam Islam:
- Apa yang diperintahkan Allah Adalah wajib
- Apa yang dilarang Adalah haram.
- Apa yang diperbolehkan Allah Adalah mubah.
Seorang Muslim harus tunduk pada aturan syariat bukan hawa nafsu.
Kesimpulan
Secara konseptual, Law of Attraction pada dasarnya memiliki relevansi dengan nilai-nilai islam dalam hal berpikir positif dan bersyukur. Akan tetapi, apabila pendekatan Law of Attraction yang diikuti bersumber dari buku The Secret dan ajaran gerakan New Thought, maka hal tersebut bertentangan dengan prinsip akidah islam, karena mengandung unsur syirik dan menafikan peran takdir Allah.
Teruslah meminta pertolongan kepada Allah untuk selalu melindungi kita dari khurafat-khurafat dan syubhat kepada pemikiran orang-orang kafir. Senantiasa berprangksa baik kepada Allah dan meminta pertolongan-Nya serta tawakal kepada takdir yang telah Ia tetapkan. Berusaha atas apa yang kita inginkan karena Allah juga termasuk ibadah.
Referensi
Al- Qur’an dan Hadits
Muhammad Nurdin. (2012). The Law of Attraction dan Do’a dalam Islam, jurnal. Iainponorogo.ac.id, 237-238
Sheima. (2022) Does Islam Agree with the Law of Attraction Philosophy? How to be a happy muslim. https://howtobeahappymuslim.com/does-islam-agree-with-the-law-of-attraction-philosophy/
IslamQA. (23 Oktober 2016). The Secret and The Law of Attraction. No. 112043. IslamQA. https://islamqa.info/en/answers/112043/the-secret-and-the-law-of-attraction


Leave a Reply