by: Ruang Temalia dan Khazaain
Dalam upaya menghadirkan nuansa Ramadhan yang berbeda di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember, Program Studi Ilmu Hadis menggelar acara “Semarak Ramadan” pada tanggal 5-9 Maret 2025/5-9 Ramadan 1446 dengan tema “Membumikan sunah Nabi shallallahu’alaihiwasallam“. Kegiatan ini diadakan dengan harapan dapat memperkuat ukhuwah islamiah dan meningkatkan aspek ilmu, spiritualitas, maupun sosial.
Berdasarkan wawancara dengan Kak Shabrina Setiawan, ketua pelaksana acara, diketahui bahwa acara ini merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan dengan konsep tersebut dan belum pernah diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya.
Persiapan acara ini telah dimulai sejak tiga bulan sebelum pelaksanaan. Namun, perjalanan menuju terlaksananya acara ini tidak lepas dari tantangan. Kak Shabrina mengungkapkan bahwa mereka menghadapi kendala terkait persetujuan dari Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM). “Kami menghadapi tantangan ketika BPM kurang menyetujui acara ini dikarenakan adanya miskomunikasi mengenai tema acara inti maupun setiap rangkaiannya,” jelas Kak Shabrina. Menurut peraturan, sebagai himpunan mahasiswi prodi ilmu hadis, kegiatan seharusnya berfokus pada pengembangan di bidang ilmu hadis, bukan tema umum. Jika ingin mengangkat tema umum, seharusnya berkolaborasi dengan BEM.
Ketika ditanya bagaimana cara meyakinkan BPM yang akhirnya menyetujui acara tersebut, beliau menjawab dengan tegas, “Kami mengubah konsep acara, karena bagaimanapun juga itu sudah menjadi peraturan dan acara tidak bisa berjalan tanpa berdiri di atas peraturan.” Meskipun cakupan peserta dalam acara ini bersifat umum karena mengundang orang luar kampus, namun tema dan pembahasan tetap terfokus pada ilmu hadis.
Berkaitan dengan tema “Membumikan sunnah Nabi shallallahu’alaihiwasallam” yang telah dipilih, dijelaskan bahwa tema tersebut merupakan bentuk dari ta’awun ‘alal birri wa at-taqwa dalam mengingatkan perjuangan Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam
“Tugas kita adalah meneruskan estafet ilmu beliau, supaya sunnah-sunnah tetap bisa dirasakan oleh masyarakat,” jelas Kak Shabrina.
Rangkaian acara dalam Semarak Ramadan meliputi:
- Pembukaan Acara
- Lomba Champions of Hadits
- Kajian Tematik
- Webinar
- Seminar Kepenulisan
- Lomba Dai Cilik
- Bazar
- Penutupan Acara
Mahasiswi dalam asrama sangat antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dalam acara ini, terutama bazar. Berbagai macam makanan dan minuman yang tersedia di sana, menarik perhatian mahasiswi, bahkan menguras kantong mereka yang tidak tahan dengan pemandangan yang memanjakan mata tersebut. Acara lomba dai cilik juga tidak luput dari perhatian mahasiswi. Penampilan lucu dan menggemaskan para dai cilik saat menyampaikan pidato merupakan hal yang jarang terlihat di asrama putri yang didominasi Gen-Z ini.
Semarak Ramadan ini menjadi bukti nyata bagaimana semangat membumikan ajaran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam terus diupayakan oleh generasi muda, khususnya di lingkungan akademis. Melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan, diharapkan nilai-nilai sunnah dapat terus dikenal, dipahami, dan diamalkan oleh masyarakat luas.


Leave a Reply