{"id":80,"date":"2023-10-05T10:04:00","date_gmt":"2023-10-05T10:04:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/?p=80"},"modified":"2024-10-23T10:09:58","modified_gmt":"2024-10-23T10:09:58","slug":"ustadz-khalid-basalamah-dakwah-dan-niaga-karena-allah-taala","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/?p=80","title":{"rendered":"Ustadz Khalid Basalamah : Dakwah dan Niaga karena Allah\u00a0Ta\u2019ala"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Chatura Aji Huni<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>REDAKSI EHYAL STDI IMAM SYFI\u2019I JEMBER \u2013 Menjadi muslim yang berilmu adalah suatu nikmat dan rezeki yang tak terhingga dari Allah Ta\u2019ala. Menjadi berilmu juga memiliki harta yang lebih merupakan suatu nikmat besar yang Allah berikan bagi siapapun yang Allah kehendaki.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Kisah ini berawal dari Almarhum abah beliau, Ustadz Zeed Abdullah Basalamah rahimahumullah yang wafat 2020 silam. Selain sebagai pendakwah, beliau merupakan seorang pedagang, yang dari sana-lah Ustadz Khalid Basalamah mendapatkan inspiratornya. Potensi itu muncul ketika beliau \u2018aaliyah di Madinah.<br>Suatu ketika, Ustadz Khalid Basalamah memperhatikan kawan-kawannya yang sibuk berolahraga di hari kamis dan jum\u2019at, bermain takraw juga bulutangkis. Hingga tiba waktunya beliau liburan kembali ke Indonesia, dengan bermodalkan uang seadanya beliau membeli kaos selusin yang pada waktu itu dibandrol dengan haga Rp 33.000 setiap potongnya. Ditambahkan kekreatifan beliau dengan menambahkan sablon logo kampus Islamic University di bagian dada kiri kaos tersebut, di jual lah kaos-kaos kreasi tersebut. Tanpa disangka-sangka, kaos dengan logo kampus tersebut habis dengan laba yang memuaskan, hingga hal tersebut memotivasi beliau untuk menambahkan variasi barang dagangan beliau yang bermula menjadi kaos, ditambahkan dengan jaket bersablon. Dari sini lah, beliau mengenali potensi diri juga keinginan kuat beliau dalam berniaga.<br>Dalam podcast yang dibawakan oleh Teuku Wisnu tersebut, Ustadz Khalid menjelaskan Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam juga merupakan seorang pedagang yang sukses hingga orang-orang Makkah berbondong-bondong menawarkan dagangannya. Sebelum masa kenabian beliau, dimulai dari umur beliau ke-21 hingga masa kenabian ke-40 tahun, selama 19 tahun Rasulullah adalah seorang businessman. Fase perniagaan ini jarang sekali dibahas oleh banyak ulama, ungkap Ustadz Khalid.<br>\u201cSetiap muslim harusnya memiliki jiwa dalam berniaga, apalagi Nabi Shallallahu \u2018alaihi wassalam bersabda : pengusaha yang jujur akan bersama para Nabi dan orang-orang siddiq di surga nanti. Sehingga ada tekanan disana (pada perniagaan)\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Ustadz Khalid Basalamah menganjurkan bagi setiap muslim untuk berusaha menjadi orang yang kaya dan sukses. Dalam beberapa hal, orang yang kekurangan harta memang memiliki banyak keutamaan, namun banyak dalil yang motivasi berisikan bagaimana menjadi orang yang kaya dan sukses. Ustadz Khlaid juga memberikan permisalan yang baik mengenai hal terbut, beliau menggambarkan dengan ibadah kita sehari-hari yaitu sholat. Dalam menunaikan ibadah sholat, kita mendapatkan pahala, namun dengan kita mmeiliki harta, kita dapat memiliki ekstra pahala di sholat, misalnya jika kita membangun masjid menggunakan harta kita, maka pahalanya akan lebih berlipat ganda. Permisalan lain, kita membangun tempat wudhu, mewakafkan qur\u2019an, juga membelikan sajadah.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Kemudian dari zakat, zakat merupakan amalan yang dianjurkan bagi setiap orang yang mampu menunaikanya, inilah yang merupakan pemicu bagi setiap muslim untuk menjadi orang yang kaya. Karena hal ini pula yang menjadi cambukan bagi setiap muslim layaknya ujian dari Allah, maukah kita menjadi muzakiyy bukan hanya mustahiq?<br>Begitu pula dengan haji, haji diperuntukkan bagi muslim yang mampu, sehingga dibutuhkan ikhtiyar, do\u2019a dan tawakkal agar kita mampu melaksanakannya, dengan inilah ekstra pahala akan lebih mudah didapatkan.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Kisah lain yag beliau sampaikan, di setiap jihad di zaman Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam, beliau selalu mengajak para sahabat untuk bersedekah sebelum berjihad untuk membeli kebutuhan juga perlengkapan jihad lainnya, hingga kemudian beliau berangkat untuk berjihad. Dalil motivasi untuk sukses sangat banyak ditemukan di dalam Al-Qur\u2019an dan sunnah, bahkan kita dapat \u201cmembeli\u201d surga dengan harta yang kita miliki selama harta tersebut halal, ungkap beliau.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Ustadz Khalid Basalamah mengisahkan lagi tetang kisah sahabat yang miskin di zaman Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam, mereka berkata \u201cYa Rasululllah, sahabat-sahabat kami yang kaya mengalahkan pahala kami, karena ketika kami berpuasa, mereka turut berpuasa, ketika kami sholat mereka juga sholat, mereka mampu mengalahkan kami dari sisi sedekah dengan hartanya, beritahukan kami amalan yang jika kami kerjakan minimal kami bisa mengimbangi hal tersebut\u201d. Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam bersabda : \u201cBacalah setelah sholat: subhanallah 33 kali, alhamdulillah 33 kali, allahuakbar 33 kali maka kalian akan mendapatkan apa yang di dapatkan orang-orang tersebut\u201d. Maka para sahabat miskin pulang mengamalkan amalan tersebut. Beberapa waktu kemudian mereka kembali lagi menghadap Rasulullah dan mengatakan : \u201cYa Rasulullah, para sahabat-sahabat kami yang kaya mendengarkan itu\u201d. Lalu Rasulullah bersabda : \u201c\u0630\u0644\u0643 \u0641\u0636\u0644 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u064a\u0639\u0637\u064a\u0647 \u0645\u0646 \u064a\u0634\u0627\u0621\u201d yang artinya \u201citulah karunia Allah yang Allah berikan kepada siapa yang Ia inginkan\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Akhir kata, Ustadz Khalid Basalamah menyebutkan hadis yang menjadi motivasi terbesar dalam hidup beliau untuk terus maju. Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam bersabda : \u201cManusia terdiri dari 4 golongan, yang terbaik di antara mereka adalah yang Allah karuniai ilmu dan harta, dan mereka menghabiskan keduanya di jalan Allah. Golongan kedua adalah orang yang dikaruniai ilmu namun tanpa harta, tetapi ia bisa meraih derajat yang pertama jika berkata \u201cYa Allah, jika Engkau memberikan aku harta seperti si fulan, maka aku akan melakukan seperti apa yang dilakukannya\u201d maka mereka akan sama pahalanya. Golongan ketiga, orang yang Allah beri harta namun tanpa ilmu, maka ini golongan yang buruk. Golongan terakhir, Allah tidak mengaruniai kepada mereka harta dan ilmu, dan jika mereka berkata : \u201cJika seandainya aku diberikan seperti yang diberikan untuk golongan ketiga\u201d. Orang-orang inilah yang sama dosanya\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Inilah yang seharusnya dijadikan prinsip oleh setiap mslim, karena kita memiliki waktu yang sama (24 jam), dua mata yang sama, dua tangan yang sama, dan dua kaki yang sama, tidak ada perbedaan, jika ia inginkan kesuksesan maka ia mau berusaha, dalam pepatah Bahasa Arab \u201c\u0645\u0646 \u062c\u062f \u0648\u062c\u062f\u201d \u201cBarangsiapa yang berusaha (bersungguh-sungguh) maka ia akan mendapatkan apa yang ia usahakan\u201d atas izin Allah.<br>Wallahu a\u2019lam.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber : Youtube-Masa Kecil Ustadz Khalid Basalamah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>REDAKSI EHYAL STDI IMAM SYFI\u2019I JEMBER \u2013 Menjadi muslim yang berilmu adalah suatu nikmat dan rezeki yang tak terhingga dari Allah Ta\u2019ala. Menjadi berilmu juga memiliki harta yang lebih merupakan suatu nikmat besar yang Allah berikan bagi siapapun yang Allah kehendaki.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":81,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,11],"tags":[19,23,24],"class_list":["post-80","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kisah-inspiratif","tag-kisah-inspiratif","tag-stdi-imam-syafii-jember","tag-ukm-jurnalistik-ehyal"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=80"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":82,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80\/revisions\/82"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/81"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=80"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=80"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=80"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}