{"id":58,"date":"2023-10-05T13:06:00","date_gmt":"2023-10-05T13:06:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/?p=58"},"modified":"2024-10-21T14:00:14","modified_gmt":"2024-10-21T14:00:14","slug":"al-quran-dan-ilmu-pengetahuan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/?p=58","title":{"rendered":"Al-Qur\u2019an dan Ilmu\u00a0Pengetahuan"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Afhazain<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>REDAKSI EHYAL STDI IMAM SYAFI\u2019I JEMBER \u2013 Al-Qur\u2019an adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad. Al-Qur\u2019an juga satu-satunya mukjizat yang bertahan hingga sekarang. Selain sebagai sumber kebahagiaan di dunia dan akhirat, Al-Qur\u2019an juga merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tidak pernah mati. Jika dicermati, kebanyakan ilmu pengetahuan yang saat ini berkembang, sejatinya telah Allah tuliskan dalam al-Qur\u2019an.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Syaikh \u2018Abdurrahman bin Nashir As-Sa\u2019di rahimahullah berkata, \u201cBulan Ramadan terdapat karunia yang besar. Karunia tersebut adalah dengan diturunkannya karunia Al-Qur\u2019an yang mulia. Di dalamnya terdapat hidayah untuk maslahat dunia dan akhirat. Al-Qur\u2019an juga menjelaskan kebenaran dengan penjelasan yang sejelas-jelasnya. Al-Qur\u2019an juga menerangkan manakah yang benar dan batil, manakah petunjuk dan manakah kesesatan, manakah orang yang akan bahagia dan akan sengsara.\u201d (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hlm. 86).<\/p>\n\n\n\n<p><br>Al-Qur\u2019an itu sebagai petunjuk pada manusia baik yang beriman maupun kafir. Al-Qur\u2019an menunjukkan manakah syirik, tauhid, kesesatan, hidayah, kejahilan, ilmu. Al-Qur\u2019an adalah hidayah dan petunjuk, di mana Al-Qur\u2019an menunjukkan pada hal yang manfaat dalam agama dan dunia. Al-Qur\u2019an juga jadi jalan hidayah \u2018ilmiyyah dan \u2018amaliyyah. Al-Qur\u2019an adalah bayyinaat, yaitu penjelas dari petunjuk, sebagai hujjah, ayat yang jelas. Al-Qur\u2019an berisi hidayah dan irsyad (pembimbingan). Al-Qur\u2019an juga adalah Al-Furqan, yaitu pembeda antara yang benar dan yang batil, yang halal dan haram, yang baik dan yang buruk. Ayat Al-Qur\u2019an yang pertama kali turun menunjukkan dasar ilmu pengetahuan adalah surat al-\u2018Alaq ayat 1-5 :<\/p>\n\n\n\n<p><br>\u201cBacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1]. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.\u201d (Qs. al-\u2018Alaq: 1-5)<br>Dalam ayat ini, kita dianjurkan untuk belajar melalui baca-tulis, mengkaji ilmu yang ada dalam Al-Qur\u2019an, meneliti lebih jauh tentang ilmu pengetahuan yang sudah Allah ajarkan. Katakanlah: \u201cAdakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?\u201d Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.\u201d (Qs. Az-Zumar: 9)<\/p>\n\n\n\n<p><br>\u201cAllah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.\u201d (Qs. al-Mujadalah: 11)<\/p>\n\n\n\n<p><br>Kedua ayat di atas menunjukkan pentingnya seseorang untuk memiliki ilmu pengetahuan. Jika kita cermati, dengan membaca Al-Qur\u2019an, maka kita akan menemukan banyak ilmu pengetahuan tentang alam semesta yang tak terkira.<br>Untuk mendapat pelajaran dari Al-Qur\u2019an dengan mudah adalah:<br>1. Pahami bahasa Arab, terutama ilmu nahwu, sharf, dan balaghah.<br>2. Menguasai ilmu alat lainnya seperti ushul tafsir dan ushul fikih untuk memahami teks ayat dengan baik.<br>3. Pahami Al-Qur\u2019an dari kitab tafsir yang sahih, seperti dari Tafsir Al-Jalalain, Tafsir As-Sa\u2019di, dan Tafsir Ibnu Katsir.<br>4. Rajin membaca Al-Qur\u2019an dengan tadabur.<br>Ilmu pengetahuan, ulama, dan para penuntut ilmu mempunyai kedudukan yang mulia dalam Islam. Al-Qur\u2019an telah menegaskan hal itu dalam banyak ayat-Nya. Kemudian datang sunnah Nabi Muhammad shalallahu \u2018alaihi wassalam menjelaskan secara terperinci kedudukan itu. Fiqih Islam juga mencakup hukum-hukum dan prinsip-prinsip yang mengatur sistem ilmu dan metodologi serta memberikan landasan bagi proses pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Di antara buah pengertian Islam terhadap ilmu pengetahuan, para ulama dan para penuntut ilmu adalah faktor utama yang mendidik dan menyiapkan generasi ulama muslim dengan tujuan menyebarkan seluruh ilmu di dunia dan turut andil dalam membangun peradaban Islam. Maka dari itu, tentunya kita tak boleh jemu untuk mencari ilmu pengetahuan. Karena para pencari ilmu pengetahuan memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah ta\u2019ala sehingga mencapai derajat mujahid di jalan Allah ta\u2019ala.<br><br>Sumber:<br><a href=\"https:\/\/bersamadakwah.net\/al-quran-sebagai-sumber-ilmu-pengetahuan\/\">https:\/\/bersamadakwah.net\/al-quran-sebagai-sumber-ilmu-pengetahuan\/<\/a><br><a href=\"https:\/\/rumaysho.com\/33267-mau-selamat-ikuti-petunjuk-al-quran-dan-sunnah-nabi.html\">https:\/\/rumaysho.com\/33267-mau-selamat-ikuti-petunjuk-al-quran-dan-sunnah-nabi.html<\/a><br><a href=\"https:\/\/dalamislam.com\/info-islami\/kedudukan-ilmu-pengetahuan-dalam-al-quran-dan-hadits\">https:\/\/dalamislam.com\/info-islami\/kedudukan-ilmu-pengetahuan-dalam-al-quran-dan-hadits<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>REDAKSI EHYAL STDI IMAM SYAFI\u2019I JEMBER \u2013 Al-Qur\u2019an adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad. Al-Qur\u2019an juga satu-satunya mukjizat yang bertahan hingga sekarang. Selain sebagai sumber kebahagiaan di dunia dan akhirat, Al-Qur\u2019an juga merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tidak pernah mati.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":59,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,4],"tags":[15,23,24],"class_list":["post-58","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-analisa","category-artikel","tag-analisa","tag-stdi-imam-syafii-jember","tag-ukm-jurnalistik-ehyal"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=58"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58\/revisions\/64"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/59"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=58"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=58"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ehyal.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=58"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}